Saturday, June 1, 2013

PRESTASI UN 2013 SMP NEGERI 1 SIDAYU YANG PATUT DISYUKURI



LULUS 100 PERSEN



Tapi, Tak Ada Yang Masuk Lima Besar Jawa Timur
GRESIK - Hasil ujian nasional (unas) jenjang SMP/sederajat resmi diumumkan kemarin (l/6). Cukup banyak hal menarik di balik capaian para siswa pada unas kali ini. Mulai tingkat kelulusan 100 persen hingga lunturnya dominasi sekolah-sekolah favorit yang menjadi langganan peraih nilai unas tertinggi.
Untuk tingkat kelulusan, hasil unas di Gresik tahun ini terbilang lebih baik. Seluruh pe-serta unas se-Gresik, 18.309 siswa, dinyatakan lulus. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang terdapat dua siswa tidak lulus.
Meski dari sisi tingkat kelulusan mengalami perbaikan, tidak demikian halnya dengan nilai tertinggi. Tahun ini tidak ada seorang pun siswa asal Gresik yang masuk dalam daftar lima besar peraih nilai unas terbaik di wilayah Jatim.
"Namun, yang terpenting, saat ini seluruh siswa bisa lulus. Selain itu, dari sisi keju-juran, unas kali ini juga lebih bagus," kata Sekretaris Dinas Pendidikan (Dispendik) Edi Sartono.
Berdasar data hasil unas wilayah Gresik yang dirilis dispendik, peraih nilarter-tinggi unas adalah Citra Ayu Ratna Saidah (rev) dari SMPN 1 Sidayu (38,75). Sedangkan peringkat kedua diduduki Nariza Marta dari SMPN 1 Kedamean (38,75). Posisi ketiga diduduki Tsamrotul Qolbi siswa SMPN 1 Sidayu (38,65).
Yang cukup menarik dari hasil unas tahun ini adalah pergeseran dominasi peraih nilai unas. Jika selama ini nilai tertinggi unas didominasi sekolah-sekolah favorit di wilayah perkotaan, tahun ini dominasi tersebut bergeser ke sekolah-sekolah di wilayah nonkota.
Itu terlihat dari 10 besar peraih nilai unas terbaik di Gresik. Tercatat, hanya ada satu siswa dari sekolah perkotaan yang masuk 10 besar. Selebihnya merupakan siswa dari luar kota. Beberapa siswa sekolah swasta yang selama ini j arang masuk 10 besar ternyata mulai dominan pada unas kali ini.
Yang juga menarik adalah dominasi tiga sekolah yang menempatkan siswanya pada 10 besar. Perinciannya, SMPN 1 Sidayu serta SMP Islam Duduksampeyan sama-sama menempatkan tiga siswanya di 10 besar. Sementara itu, SMPN 1 Kedamean menempatkan dua siswanya. Dua slot 10 besar lain adalah siswa SMPN 1 Gresik dan SMPN 1 Menganti.
Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas)
Dispendik Siti Jayaroh mengakui pergeseran tersebut. "Setidaknya, ini mengindikasikan bahwa kualitas pendidikan di Kabupaten Gresik sudah makin merata. Tidak lagi didominasi sekolah-sekolah perkotaan," katanya.
Sepertitahun sebelumnya, pengumuman hasil unas kemarin juga dilakukan tertutup. Pengumuman baru dilakukan serempak pada pukul 12.00 melalui situs sekolah serta surat pengumuman yang dikirim ke setiap siswa.
Hanya, dispendik tetap mengingatkan kepada para lulusan SMP/sederajat. Hasil unas tidak menjamin siswa bakal mudah masuk ke jenjang SMA/sederajat melalui Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2013-2014. Pada PPDB kali ini, dispendik tidak hanya menjadikan nilai unas sebagai acuan.
Jenjang SMA/sederajat, misalnya. Selain hasil unas, dispendik mengadakan tes masuk yang diberi nama TPA (tes potensi akademik). Dalam tes itu, ada lima bidang studi yang diujikan, yakni matematika, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, serta IPA-IPS.
Untuk sistem penilaian, dispendik menggunakan model sistem skoring terpadu (SST). Ada empat jenis penilaian yang dilakukan untuk menentukan peringkat siswa. Yakni, nilai unas, nilai TPA, prestasi akademik, dan prestasi nonakademik.
Model sama diberlakukan untuk PPDB jenjang SMK. Selain hasil unas, dispendik melaksanakan TPA plus serangkaian tes lain. "Jadi, seluruh siswa yang hendak mengikuti PPDB tidak boleh berpuas diri," ucapnya. (ris/c7/diq)

(Sumber Jawa Pos, Minggu 2 Juni 2013, Hal:36)

CHAT BOX